logo-dana
blog page banner blog page banner
Blog Article Detail
02 April, 2020

WFH Bikin Kamu Stress? Retail Therapy dari Rumah Bisa Jadi Solusi

Lawan COVID-19

Jakarta, 2 April 2020 - Pandemi virus Corona COVID-19 yang sudah berlangsung selama beberapa minggu terakhir membuat kebanyakan orang untuk memilih menjaga jarak fisik dan berdiam diri di rumah. Alasan ini mau tak mau harus dilakukan demi menghindari penyebaran virus.


Aktivitas di rumah telah menjadi kebiasaan yang harus diadaptasi. Berbagai cara dilakukan untuk mengedukasi masyarakat melakukan physical distancing, mulai dari gerakan #dirumahaja sampai istilah WFH (Work From Home, kerja dari rumah) bagi karyawan kantoran, kini telah menjadi ‘tren’ yang mulai dilakoni banyak orang,


Tentu tidak mudah bagi kita yang sebelumnya sudah terbiasa beraktivitas di luar sehari-hari, kini harus mengubah pola rutinitas harian secara drastis dengan beraktivitas di dalam rumah. Bukan satu atau dua hari, tetapi berhari-hari sampai status darurat di Indonesia ditiadakan. Namun demikian, setidaknya ada banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk dapat tetap produktif dan fun saat #dirumahaja. Salah satunya adalah dengan melakukan retail therapy dari rumah.


Retail therapy adalah berbelanja barang-barang, baik itu barang kebutuhan sehari-hari atau barang yang diperlukan, sebagai upaya untuk membuat diri kita merasa lebih baik setidaknya untuk sementara, seperti wabah COVID-19 yang berlangsung sekarang. Retail therapy tentu bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dari rumah, salah satunya adalah memanfaatkan layanan belanja online yang menjadi mitra DANA. Berikut tips bagi kamu yang ingin retail therapy dari rumah selama wabah virus Corona COVID-19 agar tidak cepat merasa stress dan bosan.


1. Belanja Online, Bayarnya Nontunai


Saat melakukan retail therapy, kamu bisa menggunakan layanan belanja barang kebutuhan harian secara online lewat beberapa layanan e-Commerce yang menjadi mitra DANA, seperti Bukalapak, Lazada, dan juga HappyFresh. Untuk meminimalisir kontak dengan uang tunai, kamu bisa memilih metode pembayaran nontunai di DANA secara aman agar mengurangi risiko terpapar virus.


2. Retail Therapy dengan Bijak, Jangan Panic Buying


Seperti diketahui, pemerintah menghimbau masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja barang kebutuhan pokok agar ketersediaannya tetap terjaga, dan orang lain pun bisa berbelanja dengan kebutuhan mereka. Hal ini pun patut diperhatikan saat melakukan retail therapy. Meski situasi darurat, bukan berarti kamu harus berbelanja barang secara berlebihan alias panic buying.


Dengan berbelanja secara bijak, kamu tak cuma membantu orang lain, tetapi juga mencegah pengeluaran yang bisa membengkak. Pastikan kebutuhan harian yang kamu belanjakan dapat terpenuhi dalam skala waktu yang sudah ditentukan, baik itu mingguan, dua minggu, atau bulanan.


Selalu pastikan barang-barang yang dibeli merupakan barang kebutuhan kamu butuhkan setiap hari, baik itu makanan pokok, air mineral, obat-obatan, makanan ringan, hingga produk kebersihan dan sanitasi.


3. Tetap Lakukan Physical Distancing


Demi keselamatan bersama, tetap lakukan physical distancing saat menerima barang belanjaan yang tiba di rumah. Kamu bisa meminta petugas pengiriman agar dapat meninggalkan barang belanjaan di luar pintu rumah, usahakan cara terbaik dalam menjaga kontak tetap minimum.


Saat menerima barang belanjaan, disarankan untuk melakukan menyemprot cairan disinfektan ke kantong plastik belanja dan barang-barang. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisir transmisi virus jika memang ada di dalam kantong plastik. Selalu pastikan untuk mencuci tanganmu sebelum dan setelah mengambil barang belanjaan dari depan pintu rumah. Seperti yang direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), lama mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya adalah selama 20 detik.